Kehebohan di Situs Bekas Keraton Kartasura: Puluhan Komunitas dan Elemen Masyarakat Bersatu Ikrar Peduli Cagar Budaya!”

oleh -539 Dilihat

Sukoharjo – Puluhan komunitas dan elemen masyarakat Kartasura menggelar ikrar peduli cagar budaya di situs bekas Keraton Kartasura pada Minggu (7/7/2024). Acara ini diawali dengan musik gejuk lesung pimpinan Marsudi, pembukaan oleh MC Heru, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Ibu Erna Widayati, doa oleh KH Najib AL Hafiz, dan dilanjutkan dengan sambutan dari beberapa tokoh penting.

KRT. Djoeyamto Rekso Pradoto, seorang pemerhati dan pecinta seni budaya, dalam sambutannya menyatakan bahwa acara ikrar peduli cagar budaya ini muncul murni dari inisiatif warga. “Di Kartasura ini ada cagar budaya luar biasa yaitu situs Keraton Kartasura yang merupakan pusat peradaban Mataram Islam. Dengan inisiatif warga masyarakat Kartasura untuk menyatakan ikrar peduli cagar budaya, kita semua diharapkan mempunyai kepedulian untuk memelihara dan merawat peninggalan leluhur baik dalam bentuk bangunan maupun non-bangunan seperti karya seni budaya,” ujar KRT. Djoeyamto.

Ia menekankan bahwa kepedulian ini harus diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti gotong royong membersihkan cagar budaya bekerja sama dengan pemerintah. “Kita tidak perlu saling menyalahkan, tetapi kita harus memberikan masukan dan dukungan kepada pemerintah dalam upaya pelestarian cagar budaya,” tambahnya.

Budi Ajm, ketua Rescue Untung Suropati, menambahkan bahwa masyarakat harus melaporkan keberadaan situs budaya kepada dinas kebudayaan agar dapat dilakukan survei dan penetapan sebagai cagar budaya. “Cagar budaya harus tetap lestari agar nantinya anak-anak tidak hanya mendengar cerita, tetapi bisa melihat dan merasakannya langsung,” jelas Budi.

Ketua panitia, Sofyan, menyampaikan bahwa deklarasi ini diinisiasi dan didukung penuh oleh KRT. Joeyamto H. Sasmito, SH, MH, seorang pemerhati seni dan budaya Jawa. “Selama ini, situs-situs di Kartasura kurang terawat dan kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Dengan ikrar ini, diharapkan elemen masyarakat Kartasura dapat membangun komitmen untuk merawat dan melestarikan peninggalan nenek moyang kita,” tutur Sofyan.

Ia juga menyebutkan beberapa kasus perusakan yang terjadi di benteng Baluarti dan Singapuran, namun berkat audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dinas cagar budaya di Yogyakarta, kini telah ada upaya pemetaan dan penetapan wilayah cagar budaya. “Keraton Kartasura telah meningkat statusnya menjadi cagar budaya tingkat provinsi, dan akan diajukan ke tingkat nasional agar mendapatkan subsidi dari negara,” lanjutnya.

Acara ikrar ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat termasuk Forkompimcam, Pak Camat, Pak Kapolsek, Pak Danramil, Pak Lurah, serta komunitas dan tokoh masyarakat Kartasura.

KRT. Djoeyamto mengungkapkan harapannya agar pembangunan di Kartasura lebih ditingkatkan dan masyarakat lebih peduli terhadap situs-situs budaya. “Kartasura memiliki potensi besar dengan banyak seniman dan budayawan. Kita harus mengembangkan seni dan budaya agar Kartasura bisa lebih maju lagi,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan pertunjukan seni reog yang memukau para hadirin, menambah semangat untuk terus menjaga dan melestarikan budaya Kartasura.

No More Posts Available.

No more pages to load.