Pangdiv II Kostrad Resmikan Monumen Soeharto di Brigif 6, Spirit 1 Maret Diteguhkan Kembali

oleh -41 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUKOHARJO – Peresmian Monumen Soeharto di lingkungan Brigif 6 Trisakti Balajaya, Minggu (1/3/2026), menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial militer. Momentum ini dimaknai sebagai peneguhan kembali nilai sejarah dan semangat juang yang melekat dalam perjalanan bangsa.

Acara berlangsung khidmat di Kesatrian Haji Muhammad Soeharto, dihadiri jajaran Forkopimda Surakarta dan Sukoharjo, unsur TNI-Polri, serta keluarga besar almarhum.

banner 336x280

Dalam sambutannya, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa monumen tersebut bukan sekadar elemen arsitektural di lingkungan satuan.

“Monumen ini adalah penanda sejarah dan simbol kehormatan. Ia mengingatkan kita pada jati diri prajurit Kostrad yang tangguh, disiplin, loyal, dan selalu siap digerakkan demi keutuhan NKRI,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai kepemimpinan, integritas, dan dedikasi yang diwariskan pendiri Kostrad harus terus hidup dalam karakter setiap prajurit.

Menghidupkan Spirit 1 Maret 1949

Tanggal 1 Maret dipilih sebagai hari peresmian karena bertepatan dengan momentum bersejarah Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta. Dalam peristiwa tersebut, pasukan Republik Indonesia berhasil menguasai kota selama enam jam sebuah langkah strategis yang membuktikan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia tetap berdiri dan tidak menyerah.

Peristiwa itu menjadi tonggak penting dalam diplomasi Indonesia serta penguat moral perjuangan rakyat. Pangdiv menilai keberanian, ketegasan, dan kecermatan strategi yang tercermin dalam peristiwa tersebut merupakan teladan abadi bagi generasi prajurit.

“Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri. Tugas kita adalah menjawabnya dengan profesionalisme, integritas, dan pengabdian tanpa batas,” tegasnya.

Pesan Keluarga: Sejarah Harus Diteruskan

Mewakili keluarga besar, Siti Hediati Suharto menyampaikan rasa hormat dan apresiasi atas pendirian monumen tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemilihan tanggal 1 Maret memiliki makna historis yang mendalam.

“Tanggal 1 Maret bukanlah tanggal biasa. Pada hari itu, dunia menyaksikan bahwa Republik Indonesia masih ada, para pejuangnya masih berdiri, dan bangsa ini tidak menyerah,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa monumen tersebut bukan sekadar patung, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan dijaga oleh keberanian, disiplin, serta kesetiaan kepada negara.

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk diteruskan dalam tindakan. Tantangan boleh berubah, namun kesetiaan kepada NKRI tidak boleh goyah,” katanya di hadapan prajurit Brigif 6 dan Divif 2 Kostrad.

Keluarga juga mengajak seluruh prajurit menjaga kehormatan satuan, memelihara disiplin, serta memperkuat loyalitas kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Di akhir sambutannya, doa dipanjatkan agar almarhum diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya.

Simbol Identitas dan Kebanggaan Satuan

Peresmian monumen ini mempertegas posisi Brigif 6 Trisakti Balajaya sebagai satuan yang tidak hanya mengemban tugas pertahanan negara, tetapi juga menjaga memori kolektif perjuangan bangsa. Keberadaan monumen di lingkungan kesatrian diharapkan menumbuhkan rasa bangga serta memperkuat motivasi prajurit dalam menjaga kehormatan satuan.

Dengan berdirinya monumen tersebut, semangat 1 Maret diharapkan tidak berhenti sebagai catatan sejarah, melainkan terus hidup dalam disiplin, kesiapsiagaan, dan pengabdian prajurit kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.