Sukoharjo, Bengawanpos.com – Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Dies Natalis ke-58 di Auditorium kampus setempat, Jalan Letjen Sujono Humardani No. 1, Sukoharjo. Selasa, (31/03/26).
Peringatan hari jadi kampus tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan kualitas akademik, ditandai dengan pengukuhan Prof. Dr. Dewi Kusumaningsih, S.S., M.Hum. sebagai Guru Besar dalam bidang Linguistik Umum.
Prosesi pengukuhan menjadi puncak acara yang dihadiri jajaran senat universitas, pengurus yayasan, sivitas akademika, serta tamu undangan.
Rangkaian sidang terbuka dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Hymne Univet Bantara, pembukaan sidang oleh Ketua Senat, pembacaan surat keputusan guru besar, hingga pengalungan samir sebagai simbol resmi pengukuhan.
Setelah itu, Prof Dewi menyampaikan pidato pengukuhan guru besar yang menegaskan kontribusi keilmuan di bidang linguistik, khususnya Linguistik Umum.
Selain pengukuhan guru besar baru, agenda Dies Natalis ke-58 juga diisi laporan tahunan universitas yang disampaikan Rektor Univet Bantara, Prof. Dr. Farida Nugrahani, M.Hum.
Dalam laporannya, Farida memaparkan capaian kinerja tahun akademik 2025–2026, mulai dari peningkatan akreditasi sejumlah program studi hingga prestasi mahasiswa dan dosen di tingkat nasional.
Sebagai bentuk apresiasi, pihak universitas juga memberikan penghargaan kepada sivitas akademika yang dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan kampus selama setahun terakhir.
Farida mengatakan, peringatan dies natalis kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi refleksi perjalanan institusi yang telah berdiri selama 58 tahun.
Ia menekankan pentingnya daya tahan perguruan tinggi swasta di tengah tantangan regulasi pendidikan tinggi yang dinilai semakin kompleks.
“Harapannya, Universitas Veteran Bangun Nusantara menjadi lembaga pendidikan yang tetap survive, meski di tengah regulasi pengelolaan pendidikan tinggi yang kurang mendukung perkembangan pendidikan swasta,” ujarnya.
Menurut dia, pengalaman panjang sebagai perguruan tinggi swasta menjadi modal utama bagi Univet Bantara untuk terus berkembang dan mempertahankan eksistensinya.
“Semoga kami tetap bisa bertahan dengan pengalaman yang cukup panjang sebagai sebuah perguruan tinggi swasta yang sudah 58 tahun berkarya,” imbuhnya.
Momentum Dies Natalis ke-58 ini sekaligus menegaskan komitmen Univet Bantara untuk terus memperkuat mutu pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat di tengah dinamika dunia pendidikan tinggi.











