MI Terpadu Lailatul Qadar Sukoharjo Raih Apresiasi Sekolah Literasi Tingkat Nasional

oleh -46 Dilihat

Sukoharjo, Bengawanpos.com – Upaya membangun budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah membuahkan hasil bagi MI Terpadu Lailatul Qodar Sukoharjo. Sekolah tersebut menerima apresiasi sebagai Sekolah Literasi Tingkat Nasional setelah aktif mengembangkan gerakan literasi bersama siswa dan guru. Selasa, (12/05/26).

Penghargaan itu diberikan melalui komunitas literasi nasional “Yuk Menulis” yang telah berdiri selama 16 tahun. Program tersebut diikuti lebih dari 100 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia.

Guru kelas 4 MI Terpadu Lailatul Qadar Sukoharjo, Arni Wirastuti, mengatakan budaya literasi di sekolah diterapkan secara rutin setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Setiap hari sebelum pembelajaran dimulai, anak-anak melaksanakan kegiatan membaca selama 10 sampai 15 menit. Setelah itu dilanjutkan salat duha dan kegiatan belajar seperti biasa,” kata Arni.

Selain kegiatan membaca rutin, sekolah juga mengadakan berbagai program pendukung literasi. Program tersebut meliputi majalah dinding (mading), kunjungan ke perpustakaan daerah, lomba literasi antar kelas, hingga menghadirkan perpustakaan keliling ke sekolah.

Menurut Arni, membangun minat baca anak menjadi tantangan di tengah tingginya penggunaan gadget. Karena itu, sekolah menerapkan pembiasaan membaca secara disiplin agar siswa terbiasa mencintai buku.

“Kalau hanya sekadar imbauan membaca, itu akan menjadi wacana saja. Maka di sini kami membiasakan bahkan bisa dikatakan memaksa anak untuk membaca setiap hari agar mereka terbiasa dan akhirnya mencintai buku,” ujarnya.

Program literasi tersebut juga menghasilkan karya nyata. Sebanyak 100 naskah tulisan siswa dan guru berhasil dikirimkan ke komunitas literasi nasional dan diterbitkan menjadi buku.

“Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga menghasilkan karya tulis yang sekarang sudah bisa dinikmati bersama,” kata dia.

Kepala MI Terpadu Lailatul Qadar Sukoharjo, Muhamad Miftah, S.Pd, M.pD mengatakan apresiasi tingkat nasional itu menjadi motivasi bagi sekolah untuk terus meningkatkan budaya literasi di kalangan siswa.

Ia berharap gerakan membaca yang diterapkan dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, kritis, dan memiliki kemampuan menulis yang baik.

“Alhamdulillah sekolah kami mendapat apresiasi tingkat nasional. Ini tentu menjadi semangat bagi guru dan siswa untuk terus mengembangkan literasi dan memunculkan bakat-bakat generasi penerus,” tuturnya.

Melalui berbagai program yang dijalankan secara konsisten, MI Terpadu Lailatul Qadar Sukoharjo berharap budaya membaca tetap tumbuh di tengah tantangan era digital yang semakin kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.