UPAYA TEKAN GANGGUAN PENDENGARAN, PERHATI-KL CABANG SOLO GELAR SOLO AUDIOLOGY COURSE (SAC) KE-2

oleh -46 Dilihat
oleh
banner 468x60

Surakarta – Dalam rangka meningkatkan kompetensi tenaga medis guna mendukung program pemerintah dan dunia dalam menekan angka gangguan pendengaran, Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Indonesia (PERHATI-KL) Cabang Solo menggelar Solo Audiology Course (SAC) ke-2 yang berlangsung pada 7-8 Februari 2026 di The Sunan Hotel Surakarta. Minggu, (08/02/26).

Ketua Panitia, Dr. dr. Novi Primadewi, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. NO (K), M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi menjadi dua sesi utama, Simposium di hari pertama dan Workshop (pelatihan) di hari kedua. Fokus utamanya adalah metode skrining dan diagnosis gangguan pendengaran di seluruh rentang usia, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia.

“Tujuannya adalah membekali para praktisi agar bisa melakukan diagnosis dengan benar dan presisi. Jika deteksi dilakukan sejak dini, terutama pada bayi, Kita bisa segera memberikan tata laksana dengan tepat & benar sehingga hambatan berkomunikasi dapat dikurangi”. Ujar dr. Novi.

Acara ini menarik minat luar biasa dengan total 93 peserta. Tak hanya dokter spesialis, peserta juga datang dari kalangan dokter umum, perawat, hingga bidan. Sebaran wilayah peserta pun sangat luas, mencakup Tanjung Pinang di barat, Banjarmasin di utara, hingga Kupang di wilayah timur Indonesia.

Dr. dr. Hadi Sudrajad, Sp.T.H.T.B.K.L, Subsp. Oto (K), M.Si.Med, perwakilan PERHATI-KL Cabang Solo, menegaskan komitmen organisasi untuk menjadikan agenda ini sebagai rutinitas tahunan.

“Ini adalah implementasi dari program pemerintah dan selaras dengan target WHO yaitu Sound Hearing 2030, di mana 90% gangguan pendengaran diharapkan dapat dicegah. Kami bertugas meningkatkan kompetensi anggota dan tenaga kesehatan lainnya agar diagnosis dini ini bisa merata di seluruh fasilitas kesehatan,” tegas dr. Hadi.

SAC ke-2 kali ini menghadirkan pakar audiologi dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan Fakultas Kedokteran UI. Salah satu pemateri utama, Prof. Dr. Mohd. Normani Zakaria dari USM, memaparkan pentingnya ujian objektif seperti Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA).

“Mendiagnosis anak kecil itu sulit karena mereka belum bisa berkomunikasi secara aktif. Maka kita butuh uji objektif. Dengan menempelkan elektroda saat bayi tidur, kita bisa menganalisis gelombang otak terhadap bunyi untuk menentukan apakah pendengaran mereka normal atau tidak,” jelas Prof. Normani.

Ia juga menyatakan kekagumannya terhadap keramahan kota Solo dan berharap di masa mendatang durasi pelatihan bisa diperpanjang untuk sesi diskusi kasus yang lebih mendalam, terutama bagi tenaga medis yang bekerja dengan alat terbatas di daerah.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para tenaga kesehatan yang kembali ke instansi masing-masing dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat menggunakan alkes yang tersedia di rumah sakit daerah. Bagi masyarakat yang ingin memantau informasi terkait kegiatan berikutnya, panitia menyediakan informasi melalui akun media sosial dan website resmi PERHATI-KL Cabang Solo.

(Rafael/r)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.