Mengukur Keberlanjutan Program Melalui JAPFA For Kids Awards 

oleh -276 Dilihat
oleh
banner 468x60

Grobogan, 22 November 2025. Program JAPFA For Kids sejak awal didesain untuk mendorong keberlanjutan dampak program di sekolah dampingan. Sehingga inisiatif yang dilakukan oleh JAPFA tidak sekadar upaya melakukan edukasi dan menurunkan angka malnutrisi. Tetapi terlebih dari itu membangun sistem keberlanjutan untuk praktik empat pilar gizi seimbang di sekolah.

“Saat ini kami dari FKM UI mendapatkan kesempatan untuk kembali menjadi juri dalam pelaksanaan program JAPFA for Kids Awards,” ujar Prof Dr. dra. Evi Martha, M.Kes Guru Besar FKM UI. “Setelah sebelumnya kami melakukan seleksi berdasarkan pemaparan program sekolah secara online. Hari ini kami melakukan kunjungan lapang di 3 sekolah di Kab. Grobogan dan Kab. Demak,” imbuhnya.

Evi Martha menjelaskan sekolah yang dikunjungi sebelumnya telah mempresentasikan program-program dijalankan sekolah untuk mendukung JAPFA for Kids. Selain beberapa kegiatan kunci yang harus dilakukan juga beberapa kegiatan tambahan yang diharapkan dilakukan sekolah.

“Sekolah diharapkan juga melakukan beberapa intervensi untuk memastikan konsumsi gizi seimbang seperti dengan memastikan adanya jajanan anak sehat baik melalui kantin ataupun edukasi pedagang di sekitar sekolah,” papar Evi. “seperti di MI Darun Naim ada beberapa inisiatif seperti market day yang mengajak orang tua untuk berjualan makanan sehat di sekolah,” ujarnya.

Selain program yang dilaksanakan sekolah, JAPFA For Kids Awards juga membuat beberapa kompetisi lainnya seperti lomba poster untuk siswa, lomba menulis untuk guru, lomba cerdas cermat untuk guru.

“dari FKM UI kami diminta untuk melakukan penjurian untuk artikel guru dan program sekolah,” jelas Prof Evi.

Memastikan komitmen keberlanjutan

Keberlanjutan program bukan berarti program harus terus berlangsung dengan format yang sama. Hal ini bisa juga berarti sekolah tetap melaksanakan program dengan adanya pendampingan intensif dari JAPFA. Tantangan untuk melaksanakan program secara mandiri oleh sekolah harus dijawab oleh para guru-guru yang menjadi penanggungjawab program di sekolah.

“Program tahap kedua di tahun 2025 kami menjalankan program secara mandiri. Tentunya sangat berbeda ketika dibandingkan selama didampingi oleh fasilitator program dari JAPFA,” ujar Fifi, salah satu guru di MI Darun Na’im. “Alhamdulilah setelah program tahap kedua tersisa hanya tiga anak yang masih malnutrisi. Dari awalnya sekitar 18 anak yang malnutrisi. Tersisa tiga anak itupun anak dengan berbagai masalah kesehatan bawaan,” jelasnya.

Fifi menjelaskan setelah program berjalan terdapat hal-hal baik yang terus berjalan seperti beberapa komponen hari sehat JAPFA. Hal tersebut menurutnya dapat berjalan karena sekolah juga memiliki program yang seiring sejalan dengan inisiatif yang dilakukan oleh JAPFA.

“Kami memiliki program Jumat Bersih untuk memastikan kebersihan lingkungan sekolah dan mengajak anak-anak untuk merawat lingkungan belajar mereka,” Jelas Fifi. “Selain itu untuk hari sehat JAPFA kami integrasikan dengan Sabtu Sehat. Sehingga kegiatan senam gizi seimbang, edukasi tentang gizi seimbang, dan anak-anak tetap membawa bekal. Sehingga saat ini setelah tidak ada pendampingan program tetap berjalan di MI Darun Na’im,” kisahnya.

JAPFA for Kids Awards menjadi salah satu mekanisme untuk menakar sejauhmana program berlanjut pasca pelaksanaan program. Strategi ini cukup efektif untuk mengukur pada tingkat mana perubahan telah terjadi dan terus berlangsung di sekolah.

“JAPFA menyebut program ini sebagai investasi sosial tentunya bukan tanpa alasan. Seperti halnya investasi yang diharapkan mendapatkan keuntungan terus menerus, maka program ini diharapkan dapat terus memanen hasil perubahan terus menerus bahkan setelah intervensi program tersebut selesai,” ujar R. Artsanti Alif, VP-Head of Social Investment JAPFA. “Memastikan keberlanjutan program kami lakukan sejak desain program. Sehingga ketika program dilaksanakan kita sudah memetakan aktor-aktor serta dukungan dari sekolah yang berpotensi untuk melanjutkan inisiatif perubahan yang terjadi selama program,” tutup Artsanti.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.